|
Hemat energi, hemat kocek |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 19 April 2010 07:59 |
|
Menurut penelitian WWF, rumah tangga menyumbangkan emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Karena itu, hematlah energi dari sekarang:
Sekitar 40% penggunaan listrik di rumah adalah penerangan. Matikan lampu dan gunakan lampu hemat energi yang bisa menghemat 80% penggunaan listrik ketimbang lampu pijar biasa.
Pada kondisi stand-by, menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) alat elektronik masih mengalirkan listrik sebesar 5 watt sehingga dalam 8 jam sehari, listrik yang terbuang sebesar 160 watt. DVD player yang kabelnya terpasang selama sehari penuh meski tidak dinyalakan akan menghasilkan emisi 32 kg CO2 per tahun. Mematikan alat elektronik saat tidak digunakan akan mengurangi tagihan listrik 10% per bulan.
|
|
Last Updated on Sunday, 02 May 2010 12:58 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 30 March 2010 00:00 |
|
Wajar orangtua menjurus paranoid mendengar maraknya penculikan anak akhir-akhir ini. Pelakunya seolah tidak pandang bulu.
Selektif memilih babysitter, pembantu, supir atau satpam di rumah. Usahakan mendapat tenaga kerja tersebut dari sumber terpercaya dengan referensi baik yang cukup. Cari tahu alamat lengkap mereka dan bila memungkinkan kenali keluarga mereka.
Jangan biasakan anak mudah didekati orang asing, misalnya sales yang kebetulan mampir dan mau menggendong si kecil.
|
|
Last Updated on Sunday, 02 May 2010 12:58 |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 13 January 2010 09:32 |
|
Tiada yang dapat memotivasi diri kita sendiri sebaik diri kita sendiri yang memotivasinya. Motivasi adalah proses yang harus dilalui orang setiap individu menuju tranformasi diri menuju yang lebih baik, seperti halnya berubahnya sepotong besi menjadi sebuah pisau atau pedang yang tajam. Besi tersebut harus dibakar, ditempa, diberi air dan dilakukan terus menerus sehingga berubah menjadi bentuk yang sangat berguna bagi manusia.
|
|
Last Updated on Sunday, 02 May 2010 12:57 |
|
|
Ajarkan Anak Memecahkan Masalah |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 18 October 2009 13:52 |
|
BANYAK mainan dibuat untuk anak, namun hanya sedikit yang mengajarkan anak bermain logika. Mainan pintar itu dinamakan dengan teka-teki logika.
Puluhan anak rata-rata berusia 7-12 tahun, bergerombol mengelilingi mainan yang terbuat dari kayu berbagai bentuk dan potongan. Mereka pun kemudian menyusun kayu-kayu itu hingga terbentuklah sebuah benda. Beragam bentuk tercipta dari tangan-tangan kecil yang sedang asyik berkreasi.
|
|
Last Updated on Sunday, 02 May 2010 12:56 |
|
|
|
|
Page 2 of 2 |