showcart

Pendidikan
KPAI TEMUI ARIEL PETERPAN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 July 2010 14:17

Didorong oleh hasrat untuk segera mengakhiri kehebohan video porno yang dilakukan oleh tiga artis, Ketua KPAI  Hadi Supeno dan Wakil Ketua I KPAI  Masnah Sari, SH, Jum’at siang menemui Nazril Irham  alias Ariel di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.  Pertemuan  yang berlangsung santai di ruang Direkrtur I Bareskrim tersebut, juga dihadiri Penyidik dari Mabes Polri AKBP Hermawan, sementara Ariel ditemani pengacaranya Agha Khan.

Ketua KPAI mengungkapkan, pertemuan dengan Ariel sebagai bagian dari kegiatan KPAI dalam menyikapi persoalan pornografi  di Indonesia.  Menurut Hadi Supeno, sejak tahun 2007 KPAI telah menganggap bahwa pornografi merupakan ancaman bagi anak Indonesia. Itulah maka salah satu klaster di KPAI yakni klaster pornografi. “Kami sudah lama membahasnya. Kami ikut menginisiasi UU Pornografi. Kami ikut menjadi Pihak Terkait mempertahankan UU Pornografi pada sidang-sidang judicial review di Mahkamah Konstitusi” kata Masnah sari menambahkan.

Itulah maka ketika merebak video porno artis yang diduga melibatkan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, KPAI melakukan berbagai langkah seperti; menggalang koalisi untuk Deklarasi Masyarakat Tolak Pornografi,  membuka pengaduan korban pornografi, melakukan roadshow ke  para pihak terkait, seperti Watimpres dan MUI, menjadi saksi ahli dalam kasus pornografi tiga artis, dan sebagainya.

“Salah satunya, hari ini kami ketemu Ariel. Sebab dari sekian road show ada permintaan banyak pihak agar Ariel menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya anak-anak. Alasannya, anak-anaklah yang paling menjadi korban pornografi, baik korban ketergantungan, pelecehan, maupun tindak kriminal perkosaan. Sebelum korban lebih banyak berjatuhan, Ariel harus menunjukkan rasa tanggung jawabnya. Jangan dilupakan, pengagum Ariel kira-kira ada 30 juta anak dan remaja ”papar Hadi Supeno kepada Web ini.

Masnah Sari mengingatkan kepada Ariel, bahwa dirinya adalah idola yang akan diiru bukan hanya lagu dan cara nyanyinya, tetapi semua yang dilakukan, dari  makanan, dandanan pakaian, maupun gaya hidup lainnya. Maka kalau Ariel meminta maaf, akan menjadi pelajaran sangat berguna bagi anak-anak, yakni tidak mencontoh apa yang dilakukan.

Bagaimana tanggapan Ariel?  “Saya masih butuh waktu. Mohon dipertimbangkan kembali, apakah ini sebagai jalan terbaik” kata Ariel dengan suara tersendat, tetapi ia tidak menyampaikan bantahan bahwa dirinya bukan pelaku video porno bersama Luna Maya dan Cut Tari.

“Bapak Ibu, tolong jangan hanya saya saja yang disalahkan, tetapi juga mereka yang mengedarkan dan mensosialisasikan. Mengapa mereka dibiarkan? Saya juga minta, itu tayangan infotainment ditertibkan, agar semua tayangannya tidak merugikan anak” pintanya.

Dengan wajah tertunduk dan bahkan akhirnya menangis, Ariel menyampaikan penyelasannya mengapa ia sampai berada dalam pusaran persoalan seperti yang dirasakan hari ini. “Kalau saya belum minta maaf hari ini bukan karena tidak berani, tidak sampai setengah keberanian saya untuk minta maaf, namun harus dipikirkan baik buruknya, apakah itu jalan terbaik, dan apa betul bisa bermanfaat bagi anak-anak” paparnya”.

Pada bagian lain masnah Sari menambahkan KPAI tidak akan berhenti di sini. Selasa 20 Juli, ia juga bersama masyarakat tolak pornografi merencanakan untuk membentuk Gugus Tugas Masyarakat Melawan Pornografi, bertempat di Kemenkominfo, pukul 09.00.
 
10 Anak Jadi Korban Ledakan Gas dalam Tempo 4 Bulan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 July 2010 13:56
Ridho Januar alias Ido (4) hanya bisa menangis di pelukan ibunya, Susi Hariani, yang nekat minta bantuan ke Istana. Bocah korban ledakan gas itu tidak sendirian, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencatat 10 anak terluka akibat ledakan gas dalam kurun waktu 4 bulan.

"Dalam rentang 4 bulan antara April hingga Juli 2010, setidaknya 10 anak telah mengalami luka-luka akibat ledakan tabung gas," kata Ketua KPAI Hadi Supeno kepada detikcom, Selasa (20/7/2010).

Menurut dia, kondisi tersebut telah melahirkan suasana ancaman bagi anak, situasi yang menakutkan, tidak nyaman, karena khawatir sewaktu-waktu ada tabung gas meledak dan melukainya.

Hadi mengatakan, jumlah korban langsung sebanyak 10 orang anak sangat signifikan karena dalam perspektif pelindungan anak, setiap anak berhak mendapat perlindungan. "Belum dengan korban orang dewasa yang jumlahnya lebih dari 35 orang. Berarti, banyak anak yang berpotensi hidup sebagai yatim dan piatu," papar Hadi.

KPAI meminta pemerintah menarik kembali semua tabung gas dan regulatornya untuk memastikan supaya tidak ada korban baru. Kedua, KPAI meminta dilakukan sosialisasi masif agar masyarakat bisa menggunakan kompor beserta tabung gas dengan benar sebelum mereka menggunakan kembali.

Ketiga, Pertamina harus menanggung semua biaya pengobatan dan pendidikan anak korban kompor gas. Keempat, polisi harus memproses hukum pihak terkait, termasuk kemungkinan menghukum setingkat menteri
yang telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan penderitaan seseorang.

Last Updated on Sunday, 25 July 2010 14:02
 
Hari Tanpa Televisi untuk Anak-anak PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 July 2010 13:52

No TVKomisi Perlindungan Anak Indonesia menilai bahwa anak-anak telah menjadi korban industri broadcasting, terutama televisi. Karena itu pada peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2009, KPAI menyerukan hari tanpa televisi.

Dalam catatan refleksinya, KPAI menyebutkan anak-anak kini telah menjadi korban paling serius ketika media elektronik tunduk pada arus kapitalisme dengan rating sebagai ukurannya.

Sehingga, menurut Ketua KPAI Hadi Supeno,  jam-jam utama yang seharusnya diisi anak-anak untuk belajar justru penuh dengan sajian tayangan yang tidak mendukung perkembangan mental dan kejiwaan yang baik pada anak. Karena tayangan televisi pada jam utama didominasi sinetron yang penuh muatan kekerasan dan mistis.

Hadi juga menyimpulkan, tayangan televisi dengan sasaran kaum remaja sudah berlebihan dan berpotensi merusak mental dan moral anak dari lingkungan sosial dan kultur bangsa.

KPAI menganggap sehari tanpa TV bisa menjadi bentuk sikap kritis dan ungkapan keprihatinan masyarakat dalam menyikapi tayangan televisi yang sebagian besar tidak sehat, tidak mendidik, menampilkan realitas semu dan gaya hidup berlebihan yang sangat tidak baik untuk ditiru oleh anak dan remaja Indonesia.

Selain itu KPAI juga menghimbau kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk memperhatikan tayangan yang sekiranya tidak mendidik. "KPAI meminta kepada KPI untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar industri televisi menjadi lebih edukatif dan memiliki perspektif perlindungan anak," kata Hadi Supeno dalam jumpa pers di Kantor KPAI di Jalan Tanjung, Menteng, Jakarta, Rabu 22 Juli 2009.

Dengan merekomendasikan Gerakan Nasional Hari Tanpa Televisi pada Minggu 26 Juli 2009, KPAI mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga yang memiliki anak usia pra sekolah dan sekolah dasar untuk tidak menonton TV selama sehari penuh. Sebagai gantinya diharapkan orangtua melakukan kegiatan yang lebih banyak melibatkan aktivitas fisik dan kebersamaan dengan anggota keluarga.

(vivanews)

Last Updated on Sunday, 25 July 2010 14:14
 
Melongok Panti Anak Nakal di Mataram PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 July 2010 13:42
anak_jalanan1Persoalan anak ternyata tidak hanya menimbulkan efek samping bagi keluarganya. Anak-anak bemasalah juga akan mempengaruhi intelektual dan norma dalam pergaulan mereka di masyarakat.

Departemen Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial bersama Panti Sosial Marsudi Putra Paramita, Mataram, turun tangan  menangani langsung hal ini guna memulihkan kondisi fisik, mental serta psikologis dan kondisi sosial bagi anak bermasalah.

Pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat preventif dan formatif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut bagi anak nakal agar dapat mandiri dan berperan aktif dalam masyarakat.

Dari 100 anak bermasalah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Surya Bahari adalah salah satunya. Anak berusia 16 tahun ini terpaksa masuk panti karena kedua orangtuanya tidak mampu lagi membiayai sekolahnya. 

Dalam usia yang masih relatif muda, Surya salah satu penghuni panti itu, turun ke jalan karena menganggur. Namun tiga bulan terakhir ini, dia menjalani rehabilitasi di Panti Paramita.

"Saya belajar mengenai mesin pendingin. Kalau sudah selesai saya akan buka bengkel perbaikan Ac dan kulkas," ujarnya, Minggu 14 Maret 2011, kepada VIVAnews, sambil menunggu kedatangan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam kunjungan kerja ke panti ini.

Bersama 15 teman lainya, Surya mempelajari masalah dan fungsi pada mesin pendingin. Sementara lebih dari 80 anak bermasalah lainya belajar di workshop mesin otomotif, komputer, pertukangan dan ada enam anak yang masuk panti karena memiliki konflik dengan hukum.

Cerita hidup Surya memang agak menarik, hingga usianya saat ini, dia baru bertemu tiga kali dengan ayahnya.

"Saya tinggal dengan ibu tiri. Bapa saya kerja di Arab saudi dan tidak pasti pulangnya," ujarnya.

Hal menarik lain dalam diri Surya adalah semangatnya untuk maju menyongsong masa depan. Setelah sadar akan masa depan, dia datang sendiri ke panti dan mengurus semua pesyaratan tanpa bantuan orang lain.

Kini surya bertekad akan terus belajar, meski saat ini dia adalah salah satu siswa yang memiliki kemapuan pada bidang tersebut.

Memupuk semangat anak untuk berani terjun ke masyarakat memang perlu dilakukan secara konsisten.

Kepala Seksi Rehabilitasi Panti Paramita, Mustakim menyampaikan bahwa mental dan keteguhan anak-anak bermasalah harus dibangkitkan.

"Jangan sampai mereka menyalahkan keadaan karena kondisi. Tentu tak ada yang berharap menjadi anak bermasalah," ujarnya.
Last Updated on Sunday, 25 July 2010 13:48
 
Memahami Konsep Multiple Intelligence PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 29 March 2010 00:00

Konsep ‘Multiple Intelligences’ menyediakan kesempatan pada anak untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Mari pahami konsepnya!

Last Updated on Sunday, 02 May 2010 13:06
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2

Shopping Cart

VirtueMart
Your Cart is currently empty.

Online Support


Tooltip
Thamrin - Grosir / Agen

Retail Support



search
Category Price range from IDR to IDR