| Melongok Panti Anak Nakal di Mataram |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Sunday, 25 July 2010 13:42 |
Persoalan anak ternyata tidak hanya menimbulkan efek samping bagi keluarganya. Anak-anak bemasalah juga akan mempengaruhi intelektual dan norma dalam pergaulan mereka di masyarakat.Departemen Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial bersama Panti Sosial Marsudi Putra Paramita, Mataram, turun tangan menangani langsung hal ini guna memulihkan kondisi fisik, mental serta psikologis dan kondisi sosial bagi anak bermasalah. Pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat preventif dan formatif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut bagi anak nakal agar dapat mandiri dan berperan aktif dalam masyarakat. Dari 100 anak bermasalah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Surya Bahari adalah salah satunya. Anak berusia 16 tahun ini terpaksa masuk panti karena kedua orangtuanya tidak mampu lagi membiayai sekolahnya. Dalam usia yang masih relatif muda, Surya salah satu penghuni panti itu, turun ke jalan karena menganggur. Namun tiga bulan terakhir ini, dia menjalani rehabilitasi di Panti Paramita. "Saya belajar mengenai mesin pendingin. Kalau sudah selesai saya akan buka bengkel perbaikan Ac dan kulkas," ujarnya, Minggu 14 Maret 2011, kepada VIVAnews, sambil menunggu kedatangan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam kunjungan kerja ke panti ini. Bersama 15 teman lainya, Surya mempelajari masalah dan fungsi pada mesin pendingin. Sementara lebih dari 80 anak bermasalah lainya belajar di workshop mesin otomotif, komputer, pertukangan dan ada enam anak yang masuk panti karena memiliki konflik dengan hukum. Cerita hidup Surya memang agak menarik, hingga usianya saat ini, dia baru bertemu tiga kali dengan ayahnya. "Saya tinggal dengan ibu tiri. Bapa saya kerja di Arab saudi dan tidak pasti pulangnya," ujarnya. Hal menarik lain dalam diri Surya adalah semangatnya untuk maju menyongsong masa depan. Setelah sadar akan masa depan, dia datang sendiri ke panti dan mengurus semua pesyaratan tanpa bantuan orang lain. Kini surya bertekad akan terus belajar, meski saat ini dia adalah salah satu siswa yang memiliki kemapuan pada bidang tersebut. Memupuk semangat anak untuk berani terjun ke masyarakat memang perlu dilakukan secara konsisten. Kepala Seksi Rehabilitasi Panti Paramita, Mustakim menyampaikan bahwa mental dan keteguhan anak-anak bermasalah harus dibangkitkan. "Jangan sampai mereka menyalahkan keadaan karena kondisi. Tentu tak ada yang berharap menjadi anak bermasalah," ujarnya. |
| Last Updated on Sunday, 25 July 2010 13:48 |




Persoalan anak ternyata tidak hanya menimbulkan efek samping bagi keluarganya. Anak-anak bemasalah juga akan mempengaruhi intelektual dan norma dalam pergaulan mereka di masyarakat.